Bawaslu PPU Edukasi Pemilih Pemula di SMKN 2 PPU, Kenalkan Bahaya Politik Uang
|
Penajam Paser Utara — Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara kembali melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School (BGTS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran demokrasi di kalangan pemilih pemula. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Penajam Paser Utara, pada Senin (28/09).
Kegiatan dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara, Rusmansyah, S.H.I., M.H., didampingi jajaran staf Bawaslu PPU. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai demokrasi, pentingnya partisipasi pemilih pemula, serta pengenalan terhadap berbagai bentuk pelanggaran dalam proses pemilu.
Dalam kesempatan tersebut, Rusmansyah menekankan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Menurutnya, pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab sebagai pemilih perlu diberikan sejak dini agar generasi muda tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar dan bertanggung jawab.
“Pemilih pemula harus memahami bahwa suara yang diberikan dalam pemilu memiliki nilai yang penting. Karena itu, jangan sampai pilihan kita ditentukan oleh pemberian atau iming-iming tertentu. Gunakan hak pilih berdasarkan hati nurani dan informasi yang benar,” ujar Rusmansyah.
Selain demokrasi, materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah politik uang (money politics). Para siswa diberikan pemahaman bahwa politik uang tidak selalu berbentuk pemberian uang tunai secara langsung. Praktik tersebut dapat berupa pemberian barang atau bentuk materi lainnya yang bertujuan memengaruhi pilihan seseorang.
Bawaslu PPU mengenalkan sejumlah contoh barang yang berpotensi digunakan untuk memengaruhi pilihan politik, seperti maskara, lipstik, telepon seluler, sembako, maupun barang-barang lainnya. Oleh karena itu, pemilih pemula perlu memahami bahwa bentuk pemberian yang berkaitan dengan kepentingan memengaruhi pilihan politik perlu diwaspadai.
Rusmansyah juga mengingatkan agar generasi muda tidak menganggap pemberian barang dalam konteks politik sebagai sesuatu yang biasa. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar pemilih pemula mampu mengenali dan mencegah praktik politik uang sejak dari lingkungan terdekat.
“Politik uang tidak selalu datang dalam bentuk uang. Bisa saja berupa barang yang kita gunakan sehari-hari, seperti sembako, kosmetik, telepon seluler, atau bentuk pemberian lainnya. Yang perlu dilihat adalah tujuan di balik pemberian tersebut, apakah ada upaya untuk memengaruhi pilihan seseorang,” jelasnya.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes to School, Bawaslu PPU terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemilih pemula tidak hanya dipersiapkan untuk menggunakan hak pilihnya, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang turut mengawasi dan menolak praktik-praktik yang dapat mencederai proses demokrasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa sebagai pemilih pemula untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab serta turut menyebarkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu di lingkungan masing-masing.