Bawaslu Penajam Paser Utara Gelar Rapat Koordinasi Internal Bahas Penulisan Buku Series Pilkada 2024
|
Penajam— Dalam upaya mendokumentasikan seluruh proses dan pengalaman pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar rapat koordinasi internal membahas penyusunan "Buku Series Pilkada Penajam Paser Utara Tahun 2024", bertempat di ruang rapat Sekretariat Bawaslu Kabupaten PPU, pada Senin (13/02).
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua dan jajaran staf divisi Bawaslu PPU. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi internal untuk menyatukan gagasan dan arah penulisan buku yang akan memuat perjalanan pengawasan Bawaslu PPU selama pelaksanaan pilkada serentak 2024.
Ketua Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara, Moh. Khazin, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini bertujuan untuk mendokumentasikan praktik baik, tantangan, serta pembelajaran kelembagaan dalam pelaksanaan pengawasan di tingkat daerah.
“Buku ini bukan hanya catatan administrasi, tetapi cermin perjalanan panjang pengawasan pilkada di Penajam Paser Utara. Di dalamnya akan kita tuangkan semangat, tantangan, serta strategi yang telah kita jalankan agar menjadi referensi bagi pelaksanaan pemilu di masa mendatang,” ujar Khazin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar divisi dalam proses penulisan. Setiap bagian, mulai dari divisi pengawasan, penindakan pelanggaran, kehumasan, hingga sekretariat, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan materi.
“Kami ingin buku ini tidak sekadar berisi data dan laporan, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai kerja pengawasan yang berintegritas, partisipatif, dan transparan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kita kepada publik,” tambahnya.
Rapat berlangsung interaktif, di mana para staf membahas pembagian tanggung jawab penulisan, penyusunan alur cerita, serta pengumpulan data dan dokumentasi pendukung dari seluruh tahapan Pilkada 2024.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu PPU berharap dapat menghadirkan publikasi kelembagaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif, menggambarkan perjalanan demokrasi di tingkat lokal serta memperkuat posisi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang profesional dan terbuka.